Monday, February 19, 2018

TEKNOLOGI PIKAT NASA PADA TANAMAN KARET (085249017201)



TEKNIS BUDIDAYA KARET
BUDIDAYA KARET
________________________________________

BUDIDAYA KARET (Hevea brasiliensis)

I. PENDAHULUAN
Tujuan utama pasaran karet Indonesia adalah ekspor. Di pasaran internasional (perdagangan bebas) produk karet Indonesia menghadapi persaingan ketat. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi, dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

II. SYARAT PERTUMBUHAN
- Suhu udara 240C - 280C.
- Curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun.
- Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari.
- Kelembaban tinggi
- Kondisi tanah subur, dapat meneruskan air dan tidak berpadas
- Tanah ber-pH 5-6 (batas toleransi 3-8).
- Ketinggian lahan 200 m dpl.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Persemaian Perkecambahan
- Benih disemai di bedengan dengan lebar 1-1,2 m, panjang sesuai tempat.
- Di atas bedengan dihamparkan pasir halus setebal 5-7 cm.
- Tebarkan Natural Glio yang sudah terlebih dulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 mg.
- Bedengan dinaungi jerami/daun-daun setinggi 1 m di sisi timur dan 80 cm di sisi Barat.
- Benih direndam POC NASA selama 3-6 jam (1 tutup/liter air).
- Benih disemaikan langsung disiram larutan POC NASA 0,5 tutup/liter air.
- Jarak tanam benih 1-2 cm.
- Siram benih secara teratur, dan benih yang normal akan berkecambah pada 10-14 hss dan selanjutnya dipindahkan ke tempat persemaian bibit.

3.1.2. Persemaian Bibit
- Tanah dicangkul sedalam 60-75 cm, lalu dihaluskan dan diratakan.
- Buat bedengan setinggi 20 cm dan parit antar bedengan sedalam 50 cm.
- Benih yang berkecambah ditanam dengan jarak 40x40x60 cm untuk okulasi coklat dan 20x20x60 untuk okulasi hijau.
- Penyiraman dilakukan secara teratur
- Pemupukan :
PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali) GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCl perpohon LCB 1320: 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCl perpohon. POC NASA : 2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali

3.1.3. Pembuatan Kebun Entres
- Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanam bibit okulasi.
- Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
- Jarak tanam 1,0 m x 1,0 m.
- Pemupukan :
PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali)
Tahun I : 10 gr urea, 10 gr TSP, 10 gr KCl /pohon
Tahun II : 15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCl /pohon

POC NASA :
2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali

3.1.4. Okulasi
Ada 2 macam okulasi: Okulasi coklat dan okulasi hijau.
Keterangan    Okulasi Coklat    Okulasi Hijau

Umur batang bawah    9-18 bulan    3-8 bln

Diameter batang 10 cm dari tanah    + 2 cm    1 – 1,5 cm

Kayu okulasi  
Dari kebun entres, warna hijau tua dan coklat, diameter 1,5 – 3 cm.  
Dari kebun entres umur 1-3 bln, warna masih hijau atau telah terbentuk 1-2 payung.

- Teknik Okulasi : (keduanya sama)
- Buat jendela okulasi panjang 5-7 cm, lebar 1-2 cm.
- Persiapkan mata okulasi
- Pisahkan kayu dari kulit (perisai)
- Masukkan perisai ke dalam jendela
- Membalut, gunakan pita plastik/rafia tebal 0,04 mm
- Setelah 3 minggu, balut dibuka, jika pesriasi digores sedikit masih hijau segar, maka okulasi berhasil. Diulangi 1-2 minggu kemudian.
- Bila bibit akan dipindahkan potonglah miring batang bawah + 10 cm di atas okulasi.
- Bibit okulasi yang dipindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum tinggi, stum mini, dan bibit polybag.

3.2. Pengolahan Media Tanam
a. Tanah dibongkar dengan cangkul / traktor, dan bersihkan dari sisa akar.
b. Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan > 10 derajat. Lebar teras minimal 1,5 dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.
c. Pembuatan rorak (kotak kayu panjang) pada tanah landai. Rorak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Jika sudah penuh isi rorak dituangkan ke areal di sebelah atas rorak.
e. Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras.

3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Penentuan Pola Tanaman
0-3 th tumpangsari dengan padi gogo, jagung, kedele
> 3 th tumpangsari dengan jahe atau kapulogo
3.3.2. Pembuatan Lubang Tanam
Jarak tanam 7 x 3 m (476 bibit/ha)
Lubang tanam :
- okulasi stump mini 60 x 60 x 60 cm
- okulasi stump tinggi 80 x 80 x 80 cm

3.3.3. Cara Penanaman
- Masukkan bibit dan plastiknya dalam lubang tanah dan biarkan 2-3 minggu.
- Buka kantong plastik, tebarkan NATURAL GLIO yang telah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu dan segera timbun dengan tanah galian
- Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secara merata (1 tutup/lt air perpohon). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Caranya : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

3.4. Pemeliharaan Tanaman
a. Penyulaman
Dilakukan saat tanaman berumur 1-2 tahun.
b. Pemupukan
UMUR
( bulan )    Dosis pupuk Makro (per ha)
    Urea
( kg )    Rock Phospat/
( kg )    MOP/ KCl
( kg )    Kieserite
(MgSO4)
( kg )
0    0    150    0    0
3    60    115    40    40
8    60    115    40    40
12    75    135    50    40
18    75    135    50    40
24    115    300    115    75
36    210    300    115    75
48    235    300    115    75
dst  
sebaiknya dilakukan analisa tanah
     Dosis POC NASA mulai awal tanam  :
0 - 36  
2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 4 - 5 bulan sekali
> 36  
3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 3 – 4 bulan sekali
Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak  dari awal memakai POC NASA :
1.    Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon
2.    Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali.  Dosis 3-4 tutup/ pohon
Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 300 tanaman. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3.3.3.)

3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama
a. Kutu tanaman (Planococcus citri)
Gejala: merusak tanaman dengan mengisap cairan dari pucuk batang dan daun muda. Bagian tanaman yang diisap menjadi kuning dan kering. Pengendalian: Menggunakan BVR atau Pestona.
b. Tungau (Hemitarsonemus , Paratetranychus)
Gejala; mengisap cairan daun muda, daun tua, pucuk, sehingga tidak normal dan kerdil, daun berguguran. Pengendalian: Menggunakan BVR atau Pestona

3.5.2. Penyakit
Penyakit yang menyerang bagian akar, batang, daun dan bidang sadap, sebagian besar disebabkan oleh jamur. Penyakit tersebut antara lain :
a. Penyakit pada akar : Akar putih (Jamur Rigidoporus lignosus), Akar merah (Jamur Ganoderma pseudoferrum), Jamur upas (Jamur Corticium salmonicolor),
b. Penyakit pada batang :Kanker bercak (Jamur Phytophthora palmivora), Busuk pangkal batang (Jamur Botrydiplodia theobromae),
c. Penyakit pada bidang sadap : Kanker garis (Jamur Phytophthora palmivora), Mouldy rot (Jamur Ceratocystis fimbriata)
d. Penyakit pada Daun : Embun tepung (jamur Oidium heveae), Penyakit colletorichum (Jamur Coletotrichum gloeosporoides), Penyakit Phytophthora (Jamur Phytophthora botriosa)

Pengendalian dan Pencegahan Penyakit karena jamur:
- Menanam bibit sehat dan dari klon resisten
- Pemupukan lengkap dan seimbang ( makro - mikro) dengan jenis pupuk, dosis dan waktu yang tepat
- Taburkan Natural Glio sebelum atau pada saat tanam sanitasi kebun
- Pemangkasan tanaman penutup yang terlalu lebat
- Bagian yang terserang segera dimusnahkan
- Penyadapan tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dekat tanah
- Pisau sadap steril
- Khusus penyakit embun tepung, daun digugurkan lebih awal dan segera dipupuk nitrogen dengan dosis dua kali lipat dan semprot POC NASA 3-5 tutup/tangki.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .

3.6. Panen
Penyadapan pada umur + 5 tahun, dan dapat dilakukan selama 25-35 tahun.
Pemakaian POC NASA, HORMONIK dan SUPERNASA secara teratur akan mempercepat waktu penyadapan pertama kali dan memperlama usia produksi tanaman.

TEKNOLOGI PIKAT NASA UNTUK MENINGKATKAN HASIL PANEN DAN KUALITAS BUAH


TEKNIS BUDIDAYA KELAPA SAWIT
BUDIDAYA KELAPA SAWIT
________________________________________

I. PENDAHULUAN
Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi. PT. Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm. Temperatur optimal 24-280C. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.
2.2. Media Tanam
Tanah yang baik mengandung banyak lempung, beraerasi baik dan subur. Berdrainase baik, permukaan air tanah cukup dalam, solum cukup dalam (80 cm), pH tanah 4-6, dan tanah tidak berbatu. Tanah Latosol, Ultisol dan Aluvial, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Penyemaian
Kecambah dimasukkan polibag 12x23 atau 15x23 cm berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Tanah di polibag harus selalu lembab. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan.
Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0,5 tutup per liter air. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90 cm.
3.1.2. Pemeliharaan Pembibitan
Penyiraman dilakukan dua kali sehari. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Bibit tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan.
Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut :
Pupuk Makro
> 15-15-6-4    Minggu ke 2 & 3 (2 gram); minggu ke 4 & 5 (4gr); minggu ke 6 & 8 (6gr); minggu ke 10 & 12 (8gr)
> 12-12-17-2    Mingu ke 14, 15, 16 & 20 (8 gr); Minggu ke 22, 24, 26 & 28 (12gr), minggu ke 30, 32, 34 & 36 (17gr), minggu ke 38 & 40 (20gr).
> 12-12-17-2    Minggu ke 19 & 21 (4gr); minggu ke 23 & 25 (6gr); minggu ke 27, 29 & 31 (8gr)
> POC NASA    Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali).

Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPER NASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman

3.2. Teknik Penanaman
3.2.1. Penentuan Pola Tanaman
Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.
3.2.2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam 40 cm. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Jarak 9x9x9 m. Areal berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.
3.2.3. Cara Penanaman
Penanaman pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur. Sehari sebelum tanam, siram bibit pada polibag. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

3.3. Pemeliharaan Tanaman
3.3.1. Penyulaman dan Penjarangan
Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Populasi 1 hektar + 135-145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.
3.3.2. Penyiangan
Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma.
3.3.3. Pemupukan
Anjuran pemupukan sebagai berikut :
Pupuk Makro

Urea     1.    Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2.    Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst   
225 kg/ha
1000 kg/ha

TSP    1.    Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2.    Bulan ke 48 & 60   
115 kg/ha
750 kg/ha

MOP/KCl    1.    Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2.    Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst  
200 kg/ha
1200 kg/ha

Kieserite    1.    Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2.    Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst  
75 kg/ha
600 kg/ha

Borax    1.    Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2.    Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst  
20 kg/ha
40 kg/ha

NB. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September - Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret- April).
POC NASA
a. Dosis POC NASA mulai awal tanam :
0-36 bln    2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang, setiap 4 - 5 bulan sekali
>36 bln    3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang, setiap 3 – 4 bulan sekali

b. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA
Tahap 1 : Aplikasikan 3 - 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3.2.3.)
3.3.4. Pemangkasan Daun
Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu:
a. Pemangkasan pasir
Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan.
b. Pemangkasan produksi
Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.
c. Pemangkasan pemeliharaan
Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.
3.3.5. Kastrasi Bunga
Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.
3.3.6. Penyerbukan Buatan
Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga.
a. Penyerbukan oleh manusia
Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir. Cara penyerbukan:
1. Bak seludang bunga.
2. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer.
b. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit
Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.

3.4. Hama dan Penyakit
3.4.1. Hama
a. Hama Tungau
Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.
b. Ulat Setora
Penyebab: Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.
3.4.2. Penyakit
a. Root Blast
Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian diserang akar. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO.
b. Garis Kuning
Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian diserang daun. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.
c. Dry Basal Rot
Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang batang. Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .

3.5. Panen
3.5.1. Umur Panen
Mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.

HUBUNGI : 085249017201

Sunday, February 18, 2018

TON - PUPUK ORGANIK TAMBAK NUSANTARA

Pupuk Tambak Organik Solusi Perikanan Air Payau Untuk Tambak Udang dan Bandeng.





TON (Tambak Organik Nusantara) merupakan produk organik dari PT. Natural Nusantara (PT. NASA) yang memiliki formula alami (organik) khusus tambak untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi serta menjaga /memperbaiki kelestarian lingkungan tambak dengan memberikan mineral-mineral yang dibutuhkan udang/bandeng, mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang/bandeng, serta mengikat logam - logam berat sekaligus membantu mengurai senyawa komplek berbahaya  beracun bagi udang/bandeng. TON juga membantu merutinkan molting udang.


8 Keunggulan TON (Tambak Organik Nusantara) :
  1. Mengikat logam-logam berat yang berbahaya bagi  ikan/udang.
  2. Membantu  menguraikan  senyawa  kekal  komplek  berbahaya dan beracun, seperti :  H2S, amoniak, asam laktat, dsb.
  3. Memberikan  semua  jenis   unsur  makro,   unsur  mikro  lengkap untuk mempercepat   pertumbuhan   plankton  sebagai  pakan alami udang dan  bandeng.
  4. Membantu  dan  merutinkan  molting  udang.
  5. Membantu   sistem   pencernaan  udang.
  6. Meningkatkan  pertumbuhan  dan  sistem   kekebalan  tubuh  udang.
  7. Membantu perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat bagi lingkungan  tambak dan  bermanfaat bagi pertumbuhan udang/bandeng.
  8. Membantu menciptakan  dan mempertahankan ekosistem tambak  yang seimbang. 
Izin Departemen Perdagangan RI:no Reg. 503/00.1999/B/ILMK/V
Izin Departemen Pertanian RI: no. P.003/ORGANIK/PPI/X/2005
Sucofindo: no. 3561024


Cara Aplikasi Pupuk TON ( tambak organik nusantara ) NASA Pada Tambak Udang dan Bandeng Luasan 1 hektar. 

PEMAKAIAN TON PADA KOLAM DASAR TANAH
Dosis : 3 Kg per Hektar
1. Aplikasi pada saat Persiapan Kolam/sebelum isi air
Aplikasi TON yang pertama dilakukan di tanah dasar kolam/tambak pada saat pengeringan setelah dipanen. Aplikasinya dengan cara ditabur ke tanah secara merata, atau bisa dilarutkan dulu baru kemudian disiramkan merata ke tanah dasar kolam.
Aplikasi TON dilakukan sebelum dilakukan pengapuran. Menurut teknis yang benar, setelah diaplikasikan TON kemudian dilakukan pengapuran dengan kapur dolomit. Dosis penggunaan kapur dolomit adalah 1 ton per hektar (100 kg per 1000 m2) atau sesuai dengan pH aktual, setelah itu kolam dibiarkan berkisar 2-3 hari,
kemudian di isi air setinggi 20Cm, dan biarkan    selama   3 hari untuk TON bekerja, baru kemudian air dimasukkan sampai penuh (kedalaman 100 – 120 cm).
Fungsi aplikasi TON pada saat pengeringan ini adalah untuk menetralkan berbagai gas dan senyawa beracun sisa pembusukan bahan organik yang dihasilkan oleh budidaya sebelumnya yaitu amoniak dan H2S.
Selain sebagai penetral senyawa atau gas beracun tersebut, TON juga berfungsi menumbuhkan plankton yang berguna sebagai pakan alami ikan/udang.


2. APLIKASI SELAMA BUDIDAYA BERLANGSUNG
Selama budidaya berlangsung, TON juga harus diberikan secara periodic (rutin) ke air Kolam atau Tambak.
TON Dilarutkan Dalam Air Kemudian disiramkan ke air kolam tiap 15 sampai 20  hari sekali.
Dosis : TON 500 gram (2 botol) Tiap kali aplikasi larutkan dengan Air secukupnya Siramkan merata ke air kolam.
Fungsinya utama adalah untuk mempertahankan kualitas air agar tidak terlalu menurun secara drastis karena pembentukan senyawa atau gas yang beracun tadi. Selain itu TON juga berfungsi menumbuhkan dan menyuburkan plankton yang baru sehingga ketersediaan plankton di tambak selalu terjaga.


3. Cara Aplikasi Pupuk 
TON NASA Pada Kolam Dari Semen Atau Terpal
Bagaiman aplikasi TON pada kolam dari semen atau terpal ?
Pada kolam semen atau terpal, maka tidak diperlukan pengolahan lahan seperti di lahan tanah, oleh karena itu perlakuan TON hanya dilakukan setelah isi air. Perlakuan pertama yaitu setelah pembersihan selesai dilakukan, isi kolam diisi air setinggi 20 cm, tebarkan/siramkan TON dengan dosis 1 kg per hektar (dua sendok makan penuh per 100 m2), setelah itu air dibiarkan selama 3 hari, setelah itu diisi penuh untuk keperluan budidaya. Perlakuan berikutnya dilakukan setelah ikan berumur 15 hari dengan dosis yang sama dan diulang setiap 15 hari untuk menjaga kualitas air kolam budidaya


Kandungan 
TON ( tambak organik nusantara )
N = 2,67%, P205 = 1,36%, K = 1,55%, Ca = 1,46%, S = 1,43 %, Mg = 0,4%, Cl = 1,27%, Mn = 0,01%, Fe = 0,18%, Cu <1,19 ppm, Zn = 0,002%, Na = 0,11%, Si = 0,3%, Al = 0,11 %, Si 0,3%, NaCl = 2,09%, SO4 = 4,31%, C/N ratio = 5,86%, PH = 8, Lemak = 0,07%, Protein = 16,69%, Karbohidrat = 1,01%, mengandung asam Humat 1,29%


Informasi Pemesanan : 085249017201

TANGGUH PROBIOTIK NASA Fermentasi pakan Ternak


TANGGUH Probiotik Peternakan dan Perikanan, Salah satu produk terbaru dari NASA PT Natural Nusantara bersamaan dengan produk TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer yang akan membantu petani dan peternak dalam meningkatkan hasil produksinya secara Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian (K3).


TANGGUH Probiotik diformulasikan khusus untuk menyempurnakan proses fermentasi di dalam pencernaan ternak dan ikan sehingga mampu mempercepat proses pertumbuhan.


 
TANGGUH Probiotik diproses dari bahan-bahan alami murni sehingga aman, sehat dan dapat meningkatkan gizi, cita rasa, dan dapat menekan tingkat kerusakan ternak (palatibilitas). Produk Probiotik Peternakan dan Perikanan ini juga berfungsi meningkatkan kesuburan perairan sekaligus kesehatan udang dan ikan.


Kandungan 
TANGGUH Probiotik :
Lactobacillus sp.         2,5 x 107 cfu/ml
Azotobacter sp.            1,31 x 106 cfu/ml
Streptomyces sp.         2,42 x 106 cfu/ml
Saccharomyces sp.     8m20 x 107 cfu/ml
Aspergillus sp.            1,90 x 105 cfu/ml
Trichoderma sp.          2,8 x 105 cfu/ml
Keterangan : Tidak mengandung bakteri merugikan (Patogen)
Dosis Pemakaian 
Probiotik TANGGUH :
Ternak :           
    2 tutup botol (20cc) per 20 liter air untuk 100 kg (1 kwintal) pakan ternak hijauan/jerami
    1 tutup botol (10cc) per 1 liter air untuk 5 kg pakan konsentrat


Udang dan Bandeng 5 – 6 liter / ha
Ikan     3 – 6 liter / ha


Cara Pemakaian 
TANGGUH Probiotik :
Pemakaian untuk Pembuatan Pakan Ternak.
Siapkan 100kg Media Pakan yg akan di Fermentasi ( gedebok pisang, jerami kering, atau daun kacang-kacangan ) Bahan dicacah hingga berukuran 5 cm lalu Campurkan 5kg bekatul pada bahan. aduk-aduk hinga campur
Siapkan 15Liter Air, Masukan 2tutup botol VITERNAplus dan 4tutup Botol TANGGUH PROBIOTIK , 1kg Gula pasir dan 1kg Garam. aduk -aduk hingan campur.
Siram-siramkan Larutan ke media pakan sambil di aduk - aduk hinga rata.
Masukkan Media pakan yang telah di campur larutan Tangguh kedalam Drum atau tempat tertutup. Tutup rapat diamkan 1-3 hari.
Buka dan keringkan sebelum diaplikasikan ke ternak
 Untuk menyempurnakan proses pencernaan dan metabolisme dalam tubuh ternak, aplikasikan juga penggunaan VITERNAplus.


Pemakaian untuk Kolam / Tambak Udang & Ikan
 Larutkan TANGGUH 2-3 liter bersamaan dengan 
TON (Tambak Organik Nusantara) dengan air secukupnya, lalu siramkan merata ke tanah dasar tambak/kolam pada tahap persiapan lahan (belum ada air).
 Larutkan TANGGUH 0,5 liter dicampur air secukupnya lalu siramkan merata ke air tambak/kolam setiap 2 minggu sekali (bersamaan dengan aplikasi 
TON) selama 6 kali mulai umur 21 hari.
Peran TANGGUH PROBIOTIK Pada Air Kolam. Sebagai Perombak Bahan Organik dalam kolam, di Fermentasi menjadi pakan Alami serta menyuburkan Perairan.
 Pemakaian untuk Pakan Udang & Ikan
 Larutkan 5 cc (0,5 tutup botol) TANGGUH dan 10 cc 
VITERNA plusdalam air secukupnya untuk dicampur dengan 8-10 kg pakan udang/ikan

=================================================================================

Informasi Pemesanan : 085249017201

VITAMIN TERNAK ORGANIK NASA VITERNA PLUS


VITERNA Plus,Vitamin  Ternak Organik Untuk Penggemukan ( Sapi, kambing, domba, babi, kuda, ayam, bebek, dll ) dan Ikan (lele, patin, nila, bawal, gurameh, sidat dll).  
 
VITERNA Plus merupakan Vitamin Ternak Organik yang diproduksi oleh PT. NASA (Natural Nusantara) dengan kelebihan yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas peternakan organik di Indonesia.  


VITERNA Plus merupakan suplemen organik pakan ternak dan ikan yang diolah dari berbagai macam bahan alami (hewan dan tumbuhan), memberikan zat-zat yang sangat diperlukan ternak dan ikan.
Legalitas: No. IDM 000022686


Manfaat dan keunggulan VITERNA Plus :
Meningkatkan kuantitas (peningkatan Average Daily Gain /ADG bagi sapi dan peningkatan bobot panen bagi ayam) - kualitas daging (mengurangi kandungan kolesterol) - kesehatan ternak (mempertinggi daya tahan tubuh terhadap penyakit) semuanya merupakan 
Aspek K-3.
VITERNA Plus menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh ternak dan ikan, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak dan ikan.
Memacu enzim - enzim pencernaan ternak.
Memberikan mineral - mineral esensial maupun non esensial.
Memberikan berbagai macam nutrisi alami untuk pertumbuhan ternak (protein, lemak, vitamin, dsb).
Menambah kandungan asam - asam lemak didalam rumen / lambung ternak.
Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pakan (TDN).
Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak.
Meningkatkan nafsu makan.
Mengurangi kandungan kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran ayam
Produk alami aman untuk ternak dan lingkungan.
KOMPOSISI
Mineral-mineral : N, P, K, Ca, Mg, Na, Cl, S, Fe, Zn, Cu, Mn, l, Co, Mb, Se, Cr, F
Volatil Fatty Acid (Asam Lemak ) Aspartat, Glutamat.
Asam-asam Amino ( Protein ): Seryn, Tyrocin, Histidin, Iso Leusin, Leusin, Lysin, Metionin, Phenil, Alanin, Triptopan, Valin, Arginin, Threonin,
Vitamin-vitamin : A, D, E, K, B kompleks, C
Cara Penggunaan VITERNA Plus :
Ternak Besar : Sapi, Kerbau, Kuda, dll. 5-10 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan (Komboran)
Ternak Kecil : Kambing, Kelinci, Babi dll. 4-8 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan (Komboran)
Ternak Unggas : Ayam, Itik, dll. 1-2 cc/lt air minum setiap hari satu kali.

=================================================================================
Catatan : Untuk mendapatkan hasil yang maksimal Dapat ditambahkan poc NASA 1 botol + VITERNA Plus botol +  HORMONIK 1botol

=================================================================================
Kini Viterna Plus Tersedia Dalam Bentuk Serbuk
 

Informasi Pemeanan : 085249017201

METITAL LEM PERANGKAP LALAT BUAH

cara membasmi lalat Buah Alami 
METILAT Lem merupakan pengendali hama organik dari NASAyang dihasilkan dari ektraksi tanaman Melaleuca brachteatasebagai pengendali lalat buah dan serangga terbang kecil sepeti Thrips. Aphids, dll serta dapat digunakan untuk pengamatan tingkat serangan hama tersebut. Kelebihan / keunggulan dari METLAT Lemantara lain : mengendalikan hama sasaran secara tepat dan cepat, mudah diaplikasikan di lapangan, tidak membunuh musuh alami, tidak mencemari lingkungan.

Cara Penggunaan METILAT Lem :
Oleskan 
Metilat Lem secukupnya pada papan/plastik/kertas secara merata, kemudian pasang di dekat tanaman
Pemasangan perangkap 15 - 25 titik per ha dengan jarak 10 - 20 m per titik
Kebutuhan per ha cukup 1 botol ( 100 ml ) dengan lama pergantian 1 bulan

Sasaran Tanaman :
Cabai, tomat, kubis, terong, jambu, jeruk, durian, melon, pepaya, nangka, semangka,  kapas, tembakau, dll.

Hama Sasaran : 
Lalat buah (
Dacus sp.), Aphis sp. ,Thrips sp. , Myzus sp. , Bemesia tabaci




Metilat LEM Produk Pestisida dari NASA 
Telah Bersertifikat Resmi dari Komisi Pestisida Nasional
No. Pendaftaran : RI.01070120113905
No. Sertifikat : 192/Kompes/2013
 Informasi Pemesanan : 085249017201

Monday, February 12, 2018

Natural PENTANA Pestisida Organik





Natural PENTANA merupakan salah satu alternatif pengendalian hama dari PT. Natural Nusantara (NASA) yang efektif, efisien dan ramah lingkungan. Dibuat dari saripati beberapa tumbuhan khusus yang mengandung minyak atsiri (eugenol) dengan proses alami.

KEUNGGULAN Natural PENTANA :
  • Merupakan pengendali hama organik
  • Mengendalikan hama sasaran secara cepat
  • Mudah diaplikasikan di lapangan
  • Tidak membunuh musuh alami
  • Tidak mencemari lingkungan
  • Mudah terurai (biodegradable)
CARA PAKAI :
Campurkan 15 - 45 cc PENTANA + 5 -10 cc AERO-810 + sedikit air dalam wadah, aduk rata lalu tuangkan ke tangki semprot dan tambah air hingga penuh. 

PETUNJUK KEAMANAN :  Simpan di tempat aman dan jauh dari jangkauan anak

HAMA SASARAN UTAMA :
Hama : Ulat, Thrips sp., Aphis sp.
Komoditi : Cabai, terong, kacang panjang, tanaman hias, jagung, tomat, jeruk, semangka, melon, tembakau, kapas,  dll.

HAMA SASARAN LAINNYA :
Hama : Kutu-kutuan (Kutu Kebul, Kutu putih, dll.)
Komoditi : Cabai, tomat, kacang-kacangan, melon, semangka, teh,  jeruk, mangga, tembakau, kapas,  dll.



Untuk Info dan Pemesanan Produk
Natural PENTANA
bisa menghubungi 085249017201

PESTONA PESTISIDA ORGANIK NASA


PESTONA Pestisida Organik Alami NASA Atasi  wereng, walang sangit, penggerek batang, belalang, kepik, thrips, tungau, ulat, Uret dengan Aman Dan Ramah Lingkungan.

PESTONA  merupakan produk pestisida organik dari PT. Natural Nusantara (NASA)  yang dengan formula pengendali organik bagi beberapa hama penting pada tanaman pangan, hortikultura dan tahunan, hasil ekstraksi dari berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif : Azadirachtin, Alkaloid, Ricin (asam ricin), Polifenol, Eugenol, Sitral, Nikotin, Annonain dll. Kandungan lain : Atsiri Oil, Eucalyptus Oil, Solvent Extraction.


PESTONA terbuat dari bahan alami, maka bersifat : mudah terurai dialam sehingga tidak mencemari lingkungan, relatif aman bagi manusia, hewan piaraan, serta musuh alami hama tanaman, tanaman/buah bebas residu kimia dan aman dikonsumsi.


PESTONA tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh pada daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin. Selain itu berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakkan telur dan dapat bekerja secara kontak dan sistemik.


PESTONA memiliki daya kerja dalam mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau mencegah OPT merusak tanaman lebih banyak, walaupun jarang menyebabkan kematian segera pada serangga/hama. 


PESTONA merupakan formula pengendali organik bagi beberapa hama penting pada tanaman pangan, hortikultura dan tahunan, hasil ekstraksi dari berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif :
Azadirachtin, Alkaloid, Ricin (asam ricin), Polifenol, Eugenol, Sitral, Nikotin, Annonain dll.
Kandungan lain : Atsiri Oil, Eucalyptus Oil, Solvent Extraction

PESTONA dibuat dari bahan alami sehingga  :
Mudah terurai dialam sehingga tidak mencemari lingkungan
Relatif aman bagi manusia, hewan piaraan, serta musuh alami hama tanaman.
Tanaman/buah bebas residu kimia dan aman dikonsumsi.

Mekanisme Kerja PESTONA :
PESTONA tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh pada daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin. Selain itu berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakkan telur dan dapat bekerja secara kontak dan sistemik. PESTONA memiliki daya kerja dalam mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau mencegah OPT merusak tanaman lebih banyak, walaupun jarang menyebabkan kematian segera pada serangga/hama.


SASARAN : wereng, walang sangit, penggerek batang, belalang, kepik, thrips, tungau, ulat, Uret dll.



CARA PAKAI PESTONA :
Larutkan 5 cc - 10 cc / 1 liter air (7-10 tutup/tangki). Aduk sampai merata. Semprotkan/gemborkan pada tanaman yang terkena serangan hama secara merata. Untuk hasil yang maksimal sebaiknya tanaman disemprot/digembor sesering mungkin, minimal 3 (tiga) kali penyemprotan/penggemborkan per musim. Sebaiknya waktu penyemprotan/penggemborkan pada sore hari.


Untuk Info dan Pemesanan Produk
PESTONA
bisa menghubungi 085249017201

Kuala Kapuas

CORRIN AGENS HAYATI - PESTISIDA BIOLOGI




 CORRIN adalah produk organik agens hayati alami dari PT. Natural Nusantara (PT. NASA) yang berbasis bakteri antagonis (Corynebacterium) yang sangat efektif untuk mengendalikan penyakit - penyakit utama pada tanaman padi dan sayuran. CORRIN dapat mengendalikan penyakit hawar daun bakteri (HDB) atau penyakit kresek padi (disebabkan bakteri patogen Xanthomonas oryzae) , hawar daun jingga(Bacterial Red Stripe/BRS), Blast (Pyricularia Oryzae) & bercak daun (Cercospora).

CORRIN dapat juga untuk penyakit - penyakit layu pada sayuran  (Fusarium), akar gada pada kobis (Plasmodiophora brassicae), dan layu pada pisang (Fusarium). 
 Cara penggunaan CORRIN :
  • Pada benih, dosisnya  2-4 gr/lt dengan cara direndam sebelum semai
  • Padi, dosisnya 2-4 gr/lt dengan cara :disemprot pada 14, 28 dan 42 hari sebelum tanam
  • Sayuran, dosisnya 3-5 gr/lt dengan cara disemprot setiap 10-20 hari sekali
Perhatian :
  • Perendaman benih selama + 15 menit.
  • Penyemprotan paling baik dilakukan sore hari.
  • Dilarang untuk mencampur CORRIN dengan pestisida kimia
  • Sprayer dibersihkan dari sisa - sisa pestisida kimia







Untuk Info dan Pemesanan Produk
CORRIN

bisa menghubungi (call/sms) 085249017201 

NATURAL GLIO PESTISIDA PENGENDALI JAMUR FUSARIUM

Pestisida Alami Agen Hayati GLIO adalah  cendawan jenis Gliocladium sp untuk menanggulangi penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur ditanah seperti Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.), penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.), Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.) dll. Gliocladium sp. dalam bentuk serbuk mengandung 1015 spora/gram. GLIO terutama bersifat preventif (pencegahan) & mengendalikan penyakit yang berada di tanah
Mekanisme Kerja GLIO
GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

Sasaran Tanaman :
Cabai, tomat, kubis, terong, bawang merah, bawang daun, semangka, melon, apel, anggur, kapas,anggrek tembakau, sawit, kakao, panili, lada, pisang, jahe, karet, cengkeh, kopi, dll.


Manfaat Natural GLIO Nasa
  • Glio dapat menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.
  • Glio akan mencegah tersebarnya sumber infeksi penyakit.
  • Glio mampu melindungi akar tanaman dan juga perkecambahan biji dari sumber infeksi penyakit tanaman.
  • Selaras dengan keseimbangan alam, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.
  • Pathogen (sumber infeksi penyakit)
Fungsi /sasaran utama :
- Rebah semai (
Phytium sp. , Rizoctonia sp. , Sclerotium sp.)
- Penyakit layu (
Fusarium sp. , Pseudomonas sp.)


Fungsi/sasaran lainnya :
- Penyakit Antraknosa (
Colletrotichum sp. ,Gloeosporium sp.)
- Akar Gada/bengkak (
Plasmodiphora sp.)




Petunjuk Penggunaan :
  • Penggunaan langsung, pada tanaman hortikultura & pangan diberi 1 - 2 gr tiap tanaman pada lubang yang akan ditanami
  • Penggunaan bersama pupuk kandang (lebih dianjurkan), 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25 - 50 kg, diamkan + 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
  • Tanaman terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2 - 3 kg kg lalu diamkan + 1 minggu baru digunakan, dosis 2 - 3 sendok makan pada tanaman terserang.
  • Catatan : waktu pemberian GLIO sore hari

Peringatan :
1. Jangan dicampur dengan pestisida lain.
2. Simpan ditempat yang sejuk (suhu 25 - 30 C) & terlindung dari sinar matahari langsung
Natural GLIO Produk Pestisida Agens Hayati dari NASA 
Telah Bersertifikat Resmi dari Komisi Pestisida Nasional
No. Pendaftaran : RI.3337/12-2008/T
No. Sertifikat : 182/Kompes/2009



Info Pemesanan 085249017201
Kuala Kapuas


NATURAL BVR AGENS HAYATI PENGENDALI HAMA PADI

Natural BVR merupakan Produk Organik NASA yang berasal dari cendawan jenis Beauveria bassiana untuk pengendalian hayati hama terutama hama wereng dan walang sangit (Leptocorixa acuta). Bisa digunakan untuk  kutu-kutuan (Aphis sp.), ulat kubis (Plutelia sp.),  Penggerek buah coklat (Cacao Mot) . Mengandung 1010 spora/gram.


Natural BVR sangat efektif dan efisien terhadap hama sasaran, tidak mematikan musuh alami, selaras keseimbangan alam, mudah dan relatif murah, aman terhadap lingkungan, manusia, dan hewandan tentunya mendukung program pertanian berkelanjutan.

Hama Sasaran Natural BVR  antara lain :
  • Padi
Wereng (Nilaparvata sp. ; Nephotettix sp. ; Sogatella sp.), Penggerek batang Padi ( Thryporhiza sp. ; Chilo supressalis), Walang Sangit (Leptocorixa accuta) = Sasaran Utama
  • Cabai, Tomat, Buncis, Kacang Panjang
Thrips sp. ; Aphis sp. ; Tungau ; Myzus sp. (sasaran lainnya)
  • Semangka, Kentang, Bawang Merah & Daun
Kutu daun Thrips sp. ; Tungau (sasaran lainnya), Thrips sp. ; Myzus persicae (sasaran lainnya)
  • Kubis
Plutella xylostella (sasaran lainnya)
  • Cengkeh, Sawit, Karet, Anggrek
Aphis sp. ; Thrips sp. (sasaran lainnya)
  • Mangga, Apel, Anggur, Durian
Thrips sp. ; Myzus sp. ; Kutu dompolan (sasaran lainnya)
  • Kakao
Penggerek buah coklat (PBK)
  • Kapas, Kopi
Penggerek pucuk (Earias vittela), Aphis sp. , Thrips sp. ; Penggerek Buah (Helicoverpa armigera), Empoasca sp.
  • Tembakau
Penggerek pucuk (Helicoverpa armigera & H. assulta), Spodoptera litura, Myzus sp. , Thrips sp. , Bemesia tabaci.


Mekanisme Kerja Natural BVR
Natural BVR masuk melalui mulut serangga hama, kemudian tumbuh dan berkembang menghancurkan siste organ dari dalam. Natural BVR menempel pada kulit hama dan mengeluarkan enzim (Kitinase, Protease, Lipase) untuk menghancurkan kulit. Natural BVR mengeluarkan racun (Beauvericin, Beauveroilides, Asam Oksalat) untuk membunuh hama. Miselium tumbuh secara progresif dan muncul badan buah berwarna putih pada hama yang mati, jika hama terinfeksi tersinggung hama sehat, maka hama akan tertulari, penularan dapat melalui angin. Kematian hama berkisar + 4 - 8 hari setelah terinfeksi Natural BVR.


Petunjuk Penggunaan Natural BVR :
1. Dosis 1 - 2 gram/liter atau 
+ 100 gram per 1000 m2
2. Semprotkan ke tanaman pada sore hari.
3. Bisa dicampurkan dengan 
POC NASA atau HORMONIK

Peringatan :  Jangan dicampur dengan pestisida lain & simpan ditempat sejuk
Natural BVR Produk Pestisida Organik dari NASA
Telah Bersertifikat Resmi dari Komisi Pestisida Nasional

No. Pendaftaran : RI.3325/12-2008/T
No. Sertifikat : 183/Kompes/2009

Info dan cara order :
Hubungi kontak kami :
Sms / call / WA : 085249017201


TANGGUH PUPUK HAYATI & DEKOMPOSER


TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer, Salah satu produk terbaru dari NASA PT Natural Nusantara bersamaan dengan TANGGUH Probiotik yang akan membantu petani dalam meningkatkan hasil produksinya dengan tetap memenuhi standar Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian (K3). 

Produk Pupuk Hayati ini murni terbuat dari bahan-bahan alami ramah lingkungan sehingga aman untuk lingkungan dan manusia.

TANGGUH Dekomposer ini mengandung mikroorganisme berguna sebagai :
  • Mikrobia perombak bahan-bahan organik.
  • Mikrobia penambat Nitrogen (N).Mikrobia pelarut Phospat (P).
  • Mikrobia penghasil fitohormon.
  • Mikrobia bermanfaat lainnya

Manfaat Pupuk Hayati & Dekomposer TANGGUH :
  • Mempercepat proses dekomposisi / perombakan bahan organik untuk menghasilkan nutrisi tersedia bagi tanaman.
  • Berfungsi sebagai bahan pembenah tanah.Menetralisir senyawa-senyawa berbahaya dan mempercepat penguraian sisa pupuk kimia dan bahan organik yang ada di tanah. 
  • Meningkatkan efektifitas penyerapan pupuk kimia.Mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta meningkatkan hasil panen
Kandungan Pupuk Hayati & Dekomposer TANGGUH :
  • Azotobacter sp             106 cfu/ml.
  • Aspergillus sp             105 cfu/ml.
  • Lactobacillus sp          107 cfu/ml.
  • Streptomyces sp          106 cfu/ml.
  • Tricoderma sp             105 cfu/ml.
  • Saccharomyces sp      107 cfu/ml
Keterangan: Tidak mengandung bakteri merugikan (Patogen) dan logam berat.


Cara Pemakaian Pupuk Hayati & Dekomposer TANGGUH :
1. Pemakaian Sebagai Dekomposer.
  • Siapkan bahan baku (jerami, kotoran hewan, seresah, tandan kosong kelapa sawit, sampah organik, dll) yang akan di fermentasi.
  • Campur TANGGUH Dekomposer 1 liter dengan air secukupnya (lebih baik lagi ditambahkan Molase / gula merah / gula pasir 1/4 kg + Urea 1/4 kg untuk mempercepat fermentasi) untuk 1-2 ton bahan yang akan difermentasi.
  • Semprot / Siram larutan sampai merata pada bahan baku.
  • Atur tumpukan bahan yang telah tercampur, dengan ketinggian maksimal 1 meter.
  • Tutup bahan yang telah tercampur, diusahakan bahan terhindar dari hujan ataupun panas matahari secara langsung.
  • Lakukan pembalikan minimal 5-10 hari sekali.
  • Jaga kelembaban, jangan terlalu kering atau terlalu basah. Apabila terlalu kering semprotkan/siramkan air secukupnya.
  • Setelah 1-3 minggu (tergantung jenis bahan) akan jadi matang dengan ciri-ciri : meremah, suhu dingin, warna menjadi lebih gelap daripada bahan aslinya. 
2. PEMAKAIAN Sebagai Pupuk Hayati
  • Kebutuhan TANGGUH Pupuk Hayati: 3 – 6 liter/ha.
  • Penyiraman ke tanah dengan dosis 2-3 cc/liter air (1 tutup botol / 5 liter air). 
  • Penyemprotan ke tanaman dengan dosis 50-70 cc/tangki (5 tutup botoltangki) 
  • TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer Sangat Baik Untuk Semua jenis Tanaman Pangan, Buah-Buahan dan Perkebunan. Dapatkan segera hanya di Distributor Resmi NASA !


Sifat Fisik ;
Bentuk = Cair
Kemasan = Botol @1Liter
Pemesanan Cepat hubungi 085249017201

Kontak Kami

MENCARI AGEN/DISTRIBUTOR SELURUH INDONESIA KONTAK PERSON : SARDIMAN, S.PD.I / N-566552 HP/WA : 085249017201 ALAMAT : JL. PEMU...

Popular Posts